Sebuah upaya mengisi media dan memupuk semangat awal tahun.

Rasanya rutinitas tahunan, setiap mau perpanjangan subskripsi dan tahun baru, keinginan dan keoptimisan menulis dengan rajin muncul kembali. Pertanyaan bagaimana untuk konsisten menulis selalu muncul. Bayar, sudah pernah. Ikut tantangan #30harimenulis seperti teman-teman, sudah nggak yakin bisa memenuhi. Begitulah si anak banyak mau ini. Awal tahun 2024 ini, keinginan untuk lebih rajin membuat konten di…

Membaca Buku Sesuai Tema

Saya punya tumpukan buku yang ingin dibaca tahun ini, eh, ternyata bisa dikelompokan menjadi tema untuk Februari (tentang hubungan karena ada Hari Valentine) dan Maret (tentang perempuan bertepatan dengan bulan International Women’s Day). Lalu saya kepikiran, enak juga punya tema bacaan tiap bulan. Lalu langsung memikirkan tema untuk Januari, di pertengahan bulan Januari. Iya, baru…

Baca di Tebet: Baca, Temu, Ramu

Beberapa waktu lalu saya sempat mendatangi uji coba buka Baca di Tebet. Untuk yang mengikuti saya di Instagram, mungkin sudah lihat videonya. Nah, sejak 20 Februari 2022 kemarin, bertepatan dengan Hari Keadilan Nasional, Baca di Tebet sudah resmi membuka pintunya untuk umum. Sebelum berkunjung, kamu harus mendaftarkan diri menjadi anggota dahulu, dan berbayar. Ada tiga…

Kilas Balik Bacaan 2021: Setelah Membaca Banyak, Terus Apa?

Sudah berhari-hari saya coba menuliskan rangkuman bacaan saya selama 2021 tapi nggak juga selesai. Selain karena waktu (duh!), juga karena lama sekali saya memikirkan apa yang mau ditulis. Asal muasalnya sih sebuah thread di twitternya @devinayo yang menjawab pertanyaan, “Cerita dong pertumbuhan kaya gimana yang kerasa setelah baca 52 buku kurang dari setahun?” Sudah sejak…

Hidup Tanpa Buku

Apa yang sebetulnya kamu sukai dari buku, keberadaannya atau isinya? Mana yang kamu sukai, proses membaca dan membuka halaman selanjutnya dari sebuah buku atau mendapatkan cerita yang mendebarkan, informasi dan ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya, dan mengantarkan kamu berimajinasi?  Pertanyaan-pertanyaan itu datang diawali dengan pertanyaan “Apa yang akan kamu lakukan kalau nggak ada buku di…

Nyaman di Dunia Fantasi

Gara-gara unggahan blog-nya Hesti, Sintia, dan Griss yang membahas topik comfort genre (mereka secara rutin mengunggah tulisan dengan topik yang sama), saya jadi ikut kepikiran. Yang saya tangkap, comfort genre adalah jenis buku yang akan selalu kembali dipilih dan membuat nyaman untuk dibaca. Sebagai generasi Harry Potter (yang semakin ke sini semakin menyadari banyak kurangnya),…

Dari Instagram ke WordPress

Awaywithbooks awalnya adalah akun Instagram yang membahas tentang buku (dikenal dengan sebutan bookstagram.) Beberapa orang mengira nama akun itu datang dari Away+with+books dengan Away adalah nama saya. Niatnya memang begitu, away+with+books, yang diartikan berkelana dengan banyak buku. Selain itu tapi memang permainan dari nama saya, Way. Jadi lebih ke arah seorang Way dengan buku-bukunya karena…


Ikuti Blog Saya

Silakan masukan alamat email untuk dapat langsung mendapatkan tautan saat saya mengunggah isian terbaru.

Leave a comment